Minggu, 27 April 2014

urgensi dan fungsi filsafat pendidikan Islam



URGENSI DAN FUNGSI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : Abdul Falah, M.Ag






Disusun Oleh :
Siti Munasiroh             (112488)
Adiba Nur Hasna        (112493)
Siti Munawaroh          (112500)

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS
JURUSAN TARBIYAH (PAI)
2014

I.        Pendahuluan
Pendidikan mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan diakui sebagai kekuatan yang dapat mendorong manusia mencapai kemajuan peradaban. Selain itu pendidikan memberikan bekal kepada manusia untuk menyongsong hari esok yang lebih cerah  dan lebih manusiawi. Sedangkan filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematis, radikal dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti atau hakekat mengenai segala sesuatu yang ada.
Pada dasarnya pendidikan memerlukan landasan yang berasal dari filsafat atau hal-hal yang berhubungan dengan filsafat. Karena filsafat melahirkan pemikiran-pemikiran yang teoritis tentang pendidikan dan dikatakan hubungan karena berbagai pemikiran tentang pendidikan memerlukan bantuan penyelesaian dari filsafat. Jadi, filsafat pendidikan adalah ilmu pendidikan yang berlandaskan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam usaha pemikiran dan pemecahan mengenai pendidikan.
Filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah sebagai hasil dari buah kajian yang bercirikan Islam, maksudnya konsep berpikir mengenai pendidikan yang bersumber pada ajaran Islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai nilai-nilai ajaran Islam. Dengan demikian filsafat pendidikan Islam mempunyai pengertian khusus yang ada kaitannya dengan ajaran Islam. Dalam ajaran Islam, baik berpikir ataupun melakukan sesuatu harus berlandaskan pada sumber hukum Islam yaitu Al-qur’an dan Hadis. Supaya tercapai suatu tujuan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam mempelajari filsafat pendidikan Islam, didalamnya akan dibahas pengertian, ruang lingkup, tujuan, fungsi, urgensi dan sebagainya. Disini akan dibahas tentang fungsi dan urgensi filsafat pendidikan Islam. Secara simgkat filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai peletak dasar bagi kerangka dari sistem pendidikan yang akan berfungsi untuk mengaplikasikan ajaran Islam di bidang pendidikan, dengan tujuan yang identik dengan tujuan yang akan dicapai oleh ajaran Islam itu sendiri. Sedangkan filsafat pendidikan Islam berperanan untuk memperkaya filsafat Islam dengan konsep pandangan filosofis dalam bidang pendidikan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.

II.        Rumusan Masalah
1.      Bagaimana hubungan filsafat dengan pendidikan ?
2.      Apa tujuan filsafat pendidikan Islam ?
3.      Apa fungsi dan urgensi filsafat pendidikan Islam ?

III.        Pembahasan
A.    Hubungan Filsafat dengan Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah ilmu yang pada hakekatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam lapangan pendidikan. Oleh karena itu bersifat filosofis, dengan kata lain filsafat pendidikan pada hakekatnya adalah penerapan suatu analisa filosofis terhadap lapangan pendidikan. Hubungan antara filsafat dengan pendidikan tampaknya tidak dapat dipisahkan lagi, karena kajian filsafat pendidikan harus menoleh kembali pada hakekat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.[1]
Dengan demikian, menjadi jelas bahwa filosof pendidikan yaitu seseorang yang menggunakan gaya filsafat dalam bidang pendidikan. Ia juga memiliki pandangan pendidikan yang jelas dan sejumlah prinsip serta keyakinan yang mempunyai nilai pelaksanaan dalam bidang pendidikan. Hubungan yang erat antara filosof umum dan filosof pendidikan itu berpuncak pada hubungan yang erat antara filsafat umum dan filsafat pendidikan.[2]
Filsafat pendidikan adalah pelaksanaan pandangan filsafat dan kaidah filsafat dalam bidang pendidikan. Filsafat tersebut mencerminkan satu segi pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar dari filsafat umum dalam menyelesaikan masalah pendidikan secara praktis.
Batasan-batasan mengenai hubungan antara filsafat umum dan filsafat pendidikan sebagai berikut :
1)      Filsafat pendidikan adalah pelaksanaan pandangan filsafat dan kaidah filsafat dalam bidang pengalaman kemanusiaan yang disebut dengan pendidikan. Filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur dan menjadikan filsafat itu sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Filsafat pendidikan itu dapat menjelaskan nilai-nilai lain yang diusahakan untuk mencapainya. Maka filsafat, filsafat pendidikan dan pengalaman manusia merupakan tiga unsur yang bersatu padu.
2)      Batasan hubungan filsafat dengan pendidikan, bahwasanya pendidikan adalah aktivitas yang dilakukan pendidik dan filosof-filosof untuk menerangkan, menyelaraskan dan mengubah proses pendidikan selaras dengan masalah-masalah kebudayaan.[3]
Dengan batasan tersebut memberikan gambaran bahwa dengan mempelajari filsafat pendidikan, kita percaya bahwa kajian tersebut sangat penting untuk mengembangkan pandangan kita terhadap proses pendidikan. Disamping itu penting untuk dapat memperbaiki keadaan pendidikan, persoalan pendidikan yang meliputi : penilaian, metode, materi dan lain-lain.[4]

B.     Tujuan Filsafat Pendidikan Islam
Bila pendidikan dipandang sebagai suatu proses, maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada hakekatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi manusia yang diinginkan. Nilai-nilai ideal itu mempengaruhi dan mewarnai pola kepribadian manusia, sehingga menggejala dalam perilaku lahiriyah. Perilaku lahiriyah adalah cermin yang memproyeksi nilai-nilai ideal yang telah mengacu dalam jiwa manusia sebagai produk dari proses pendidikan. Nilai-nilai idealitas Islam itu sendiri adalah mengandung nilai perilaku manusia yang disadari atau dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Allah sebagai sumber kekuasaan yang mutlak dan harus ditaaati.
Pada hakekatnya, tujuan filsafat pendidikan Islam dengan tujuan ajaran Islam adalah identik. Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu al-Qur’an dan Hadis. Dari kedua sumber tadi timbul pemikiran-pemikiran mengenai masalah keIslaman dalam berbagai aspek, termasuk filsafat pendidikan. Ajaran yang termuat dalam wahyu, merupakan dasar dari pemikiran filsafat pendidikan Islam. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam yang berisi teori umum mengenai pendidikan Islam, dibina atas dasar konsep ajaran Islam terutama dalam al-Qur’an dan Hadis. Kedua sumber tersebut dijadikan dasar pemikiran filsafat pendidikan Islam tidak tanpa alasan yang rasional.
Sesuai dengan tujuan tersebut, maka filsafat pendidikan Islam berupaya menyiapkan kerangka dasar bagi tercapainya tujuan dimaksud melalui proses pendidikan. Dengan demikian dalam pelaksanaannya, pendidikan Islam dituntut untuk menyelaraskan kegiatannya dengan tujuan itu. Langkah pertama adalah mempersiapkan konsep yang jelas mengenai pendidikan itu sendiri.[5]

C.    Fungsi dan Urgensi Filsafat Pendidikan Islam
1.      Fungsi Filsafat Pendidikan Islam
Sebagai teori umum mengenai sistem pendidikan, maka filsafat pendidikan Islam menjadi sangat penting. Filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai peletak dasar bagi kerangka dari sistem pendidikan yang akan berfungsi sebagai cara untuk mengaplikasikan ajaran agama Islam di bidang pendidikan, dengan tujuan yang identik dengan tujuan yang akan dicapai ajaran Islam itu sendiri.
Selanjutnya, jika pendidikan merupakan proses pelaksanaan mencapai tujuan, maka filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai pedoman dasar dari sistem yang harus ditelusuri oleh proses pelaksanaan itu sendiri. Filsafat Islam dengan demikian berfungsi sebagai pembentuk nilai-nilai bagi pendidikan Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka filsafat pendidikan Islam berusaha meletakkan dasar pemikirannya pada tujuan yang memuat konsep tentang akhlak yang mulia.
Dua sasaran pokok yang juga termuat dalam tujuan filsafat pendidikan Islam adalah meletakkan dasar pemikiran sistem pendidikan yang berdimensi ganda. Dimensi pertama adalah untuk mencapai kesejahteraan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat. Dimensi kedua berhubungan dengan fitrah kejadian manusia, yaitu sebagai pengamdi Allah yang setia.[6]

2.      Urgensi Filsafat Pendidikan Islam
Dalam menentukan suatu filsafat pendidikan, sekalipun dengan maksud sederhana mempunyai kepentingan yang sangat besar bagi setiap pendidikan yang berusaha kearah perbaikan, kemajuan dan bangunan dasar. Pendidikan tidak akan tumbuh berkembang dan selaras dalam bidang kemajuan, selagi tidak bersandar pada pemikiran filsafat yang selalu disertai dengan perubahan pembaharuan dalam dunia yang selalu bertarung dengan ilmu dan teknologi.[7]
Filsafat pendidikan Islam merupakan bagian dari Filsafat Islam, dan juga menjadi bagian dari Ilmu Pendidikan Islam. Sebagai cabang dari pengetahuan atau ilmu, filsafat pendidikan Islam mempunyai peranan dalam mengembangkan pengetahuan atau ilmu yang menjadi induknya itu. Karena filsafat pendidikan Islam merupakan bagian dari Filsafat Islam, maka ia berperanan untuk memperkaya Filsafat Islam dengan konsep-konsep dan pandangan-pandangan filosofis dalam bidang pendidikan. Dan ilmu pendidikan pun akan dilengkapi dengan teori-teori kependidikan yang bersifat filosofis alami.
Sedangkan secara praktis (dalam prakteknya), filsafat pendidikan Islam banyak berperan dalam memberikan alternatif-alternatif pemecahan berbagai macam problem yang dihadapi oleh pendidikan Islam, dan memberikan pengarahan terhadap perkembangan pendidikan Islam. Dalam hal itu antara lain meliputi :
a.      Dari pemikiran yang mendalam, Filsafat Pendidikan Islam melihat berbagai permasalahan yang ada dalam pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam berusaha memahami duduk permasalahannya. Dengan analisa filsafat, ia dapat menunjukkan alternatife bagi pemecahannya setelah melakukan seleksi terhadap berbagai alternatife yang ada. Untuk itu diambil yang paling baik, untuk dijadikan pilihan dalam rangka menyelesaikan permasalahannya.
b.      Filsafat pendidikan Islam dapat memberikan pandangan tertentu tentang manusia dan kedudukannya. Pandangan tentang hakekat manusia tersebut, berkaitan erat dengan tujuan hidup manusia sekaligus tujuan pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam berperan untuk menjabarkan tujuan umum pendidikan Islam dalam bentuk-bentuk tujuan khusus yang operasional. Dan tujuan yang operasional ini berperan untuk mengarahkan secara nyata gerak dan aktivitas pelaksanaan pendidikan.
c.      Filsafat pendidikan Islam dengan analisanya terhadap hakikat manusia dan kehidupan manusia menyimpulkan bahwa manusia mempunyai potensi pembawaan yang harus ditumbuhkan dan dikembangkan sesuai dengan fitrah manusia dan tidak boleh menodainya.
d.     Filsafat pendidikan Islam, dalam analisanya terhadap masalah-masalah pendidikan Islam masa kini yang dihadapinya, akan dapat memberikan informasi mengenai proses pendidikan Islam yang berjalan selama ini, untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang dicita-citakan. Akan  diketahui dimana letak kelemahannya, dan dengan demikian bisa memberikan alternatif-alternatif perbaikan dan pengembangan selanjutnya.
e.      Filsafat pendidikan Islam berperanan bagi penentuan corak dan karakteristik yang khas pendidikan Islami, dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama Islam dalam masyarakat kita dalam segenap aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial, budaya, sesuai dengan situasi masa dan lingkungan hidup.
             Dari uraian diatas, Filsafat Pendidikan Islam mengacu pada:
1)      Pada arah pengembangan konsep-konsep filosofis dari pendidikan Islam, yang secara pasti akan menghasilkan teori-teori baru dalam Ilmu Pendidikan Islam.
2)      Kearah perbaikan dan pembahasan kembali terhadap pelaksanaan pendidikan Islam yang ada.[8]
Pentingnya Filsafat Pendidikan Islam mempunyai beberapa manfaat dan kegunaan dalam dunia pendidikan. Adapun manfaat tersebut diantaranya:
a)      Filsafat pendidikan dapat menolong para perancang pendidikan dan orang-orang yang membutuhkannya untuk membentuk pemikiran sehat terhadap proses pendidikan. Disamping itu dapat menolong terhadap tujuan dan fungsinya serta meningkatkan mutu pendidikan serta memperbaiki pelaksanaan pendidikan yang meliputi penilaian, bimbingan dan penyuluhan.
b)     Filsafat pendidikan dapat membentuk asas untuk menentukan pandangan kajian yang umum. Termasuk kurikulum, kaedah-kaedah pengajaran dan kebijaksanaan yang harus dibuat.
c)      Filsafat pendidikan dianggap sebagai asas atau dasar yang terbaik untuk penilaian pendidikan dalam arti menyeluruh. Penilaian pendidikan meliputi segala usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, perguruan tinggi secara umum untuk mendidik warga negara dan segala yang berhubungan dengan pendidikan.
d)     Filsafat pendidikan memberi corak dan pribadi khas dan istimewa sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama dan nilai umat Islam. Disamping itu memberi corak kebudayaan, perekonomian, sosial, politik untuk tuntunan masa depan.[9]
 IV.  Kesimpulan
Hubungan antara filsafat dan pendidikan adala suatu keharusan, karena filsafat itu sendiri sebagai teori dasar, konsep umum, pedoman dan kompas kemana seharusnya pendidikan itu dapat difungsikan dengan baik dan tepat. Sedangkan pendidikan itu adalah hasil dari penerapan tentang teori filsafat yang telah direncanakan dengan matang, mendalam dan kritis tentang tujuan yang diharapkan.
     Tujuan filsafat pendidikan pada hakekatnya identik dengan tujuan ajaran Islam. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan Hadis. Fungsi filsafat pendidikan Islam adalah sebagai peletak dasar bagi kerangka dari sistem pendidikan yang akan berfungsi sebagai cara untuk mengaplikasikan ajaran agama Islam di bidang pendidikan, dengan tujuan yang identik dengan tujuan yang akan dicapai ajaran Islam itu sendiri.
     Filsafat pendidikan Islam berperan kedua arah yaitu pengembangan konsep-konsep filosofis dari pendidikan Islam, yang secara otomatis akan menghasilkan teori-teori baru dalam ilmu pendidikan Islam, dan yang kedua kearah perbaikan dan pembaharuan praktek dan pelaksanaan pendidikan Islam (peranan teoritis dan praktis).
DAFTAR PUSTAKA

Adri Efferi, Filsafat Pendidikan Islam, Nora Media Enterprise, Kudus, 2011
Al Syaibany, Falsafah Al Tarbiyah Al Islamiyah, Terjemah. Hasan Tanggulung, Bulan Bintang,  Jakarta, 1979
Muhammad As Said,  filsafat Pendidikan Islam, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2011
Jalaluddin, dkk, Filsafat Pendidikan Islam (Konsep dan Perkembangan Pemikiran), Jakarta, 1996



[1] Adri Efferi, Filsafat Pendidikan Islam, Nora Media Enterprise, Kudus, 2011, hal.16
 [2] Ibid., hal.17
 [3] Al Syaibany, Falsafah Al Tarbiyah Al Islamiyah, Terjemah. Hasan Tanggulung, Bulan Bintang,  Jakarta, 1979, hal.30-31
 [4] Op. Cit., hal.17
[5] Jalaluddin, dkk, Filsafat Pendidikan Islam (Konsep dan Perkembangan Pemikiran), Jakarta, 1996, hal. 18-22

 [6] Adri Efferi, Ibid., hal.22
[7] Adri Efferi, op. cit, hal.23
 [8] Muhammad As Said, Filsafat Pendidikan Islam, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2011, hal.18-20
[9]Adri Efferi, op. cit, hal.26

Tidak ada komentar:

Posting Komentar